Welcome to My Blog!

Wednesday, 7 April 2021

Depresi? Masa iya. Hmm...

Saat memasuki kedewasaan, sedikit orang akan merasakan yang namanya depresi. Depresi dapat timbul karena suatu problema yang hadir didalam hidup orang tersebut. Tahukah kamu depresi ini termasuk gangguan kejiwaan yang ditandai oleh perubahan mood dan harus segera diatasi. Sayangnya, orang yang depresi tidak dapat menyadarinya. Marilah kita simak tanda-tandanya orang depresi. 

Ciri-ciri orang yang depresi=
1. Mudah lelah padahal tidak mengerjakan pekerjaan berat.
2. Tiada motivasi dan semangat hidup.
3. Feeling alone dan atau feeling lonely. Padahal lingkungan sekitarmu banyak yang sayang denganmu, namun kamu  tetap merasa sepi dan sendiri.
4. Selalu bertanya dengan orang lain. "Aku ini orangnya bagaimana dan seperti apa?" Percayalah jawaban dari mereka tidak memuaskanmu.
5. Menarik diri dari lingkungan sosial.
6. Tiada minat dengan hobi yang selalu dilakoni.
7. Selalu cemas dan khawatir.
8. Mood swing (perubahan mood yang mendadak)
9. Rencana yang matang menjadi sekedar wacana saja. Orang yang depresi stuck ditempat. 
10. Posisi tidur yang meringkuk mirip bayi dalam kandungan.
11. Perasaan ingin bunuh diri karena merasa diri ini tidak berharga.
12. Pola tidur yang tak beraturan
13. Ingin selalu berleha-leha di kasur seharian.

Begitulah ciri-ciri orang yang mengalami depresi. Depresi bisa datang dan pergi seperti jelankung. 

Nah, bahayanya depresi dapat mengubah karakter seseorang menjadi bukan yang seperti dulu lagi. Orang lain maupun orang terdekat pun tidak mengetahui bahwa dia sedang mengalami depresi, karena seseorang yang depresi dapat menutupinya dengan sempurna untuk tidak menunjukannya kepada sekelilingnya bahwa ia sedang mengalami gangguan itu.

Mengapa orang yang depresi malas bercerita dan tidak mau mengakui tentang kondisinya? Karena jawaban sekelilingnya sangat tidak memuaskan. Jadi, lebih baik memilih diam saja.
Misalnya begini.. ada seseorang yang putus cinta, lalu dia curhat dengan temannya. Pastinya temannya bilang bahwa kamu itu keren dan lawan jenis banyak didunia ini. Bukalah hatimu untuk mereka. Orang yang depresi pasti merespon dengan baik atas solusinya itu. Namun, dalam hati mereka berteriak, 'Woi.. diri sendiri ini saja tidak tahu cara buka hati untuk lawan jenis. Faham soal trauma ga? Dasar!'
Ok.. fix.. jawabannya nggak memuaskan- Nggak ada solusi sama sekali.
Beda hal jika cerita dengan sesama orang yang depresi dan kasus yang sama. Justru ada solusinya dan merasa 'saya tak sendirian'.

Untuk kamu yang sedang depresi, please segera ke psikiater/psikolog agar depresi tidak menggerogoti hidupmu lebih dalam. Jika lingkunganmu punya support system yang bagus, carilah wadah untuk tempat bercerita. Atau jika beruntung, kamu menemukam teman yang sudah bisa keluar dari belenggu depresinya dan ia bisa kasih jawaban yang memuaskanmu. Ingatlah! Orang waras juga butuh ke psikiater.

Yakinlah... depresi tidak enak! Aku pribadi pernah merasakannya. Apapun masalah yang dialami oleh kamu,  satu-satunya jalan untuk menyembuhkannya dengan mengikhlaskan dan memaafkannya. Saat kamu sudah dititik kebijaksanaan itu, masih ada  kok sisa residu yang menempel, misalnya sesak didada atau nafas yang tak beraturan. Efek depresi memang memakan jiwamu dan mendatangkan penyakit. Jika kamu mengetahuinya dan menyadarinya tentang keluhan-keluhan diatas jangan malu untuk sharing dengan orang yang sayang denganmu atau cerita dengan orang yang pernah mengalami gangguan yang sama. Sekali lagi aku mau bilang bahwa depresi dapat mematikan karaktermu.
Efek buruk dari depresi:
1. Merasa bodoh
2. Merasa bersalah
3. Kehilangan kepercayadirian
4. Menimbulkan trauma
5. Malas bersosialisasi


Sayangnya, seseorang yang depresi tidak sadar akan tanda-tanda depresi yang pernah dan atau sedang menggeroggoti hidup mereka. Sampai-sampai aku menyadarinya karena temanku sharing tanda-tanda orang yang depresi dimedia sosial. So, pada artikel kali ini aku mau mengucapkan rasa terimakasih sebesar-besarnya atas support system yang kalian berikan. Terimakasihku kepada Tuhan, kepada keluarga besar, para sahabatku yang menyayangiku, dan seorang temanku di instagram yang menyadariku tanda-tanda depresi via instagram. Karena kalian semuanya, terciptalah artikel ini. Oh ya... aku menulis artikel ini saat sudah move-on ya.
 Ingat! Hidupmu berharga dan berarti. Rencana Tuhan itu indah pada waktunya. Kamu adalah korban dan jangan menyalahkan diri sendiri. Jika kamu adalah korban yang tersakiti, biarlah tangan Tuhan yang bekerja untuk menghukumnya. Kamu tinggal duduk diam saja menonton pertunjukannya.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...